Senin, 08 Desember 2014

7 Pernyataan Umum yang Dikatakan Client pada Desainer Grafis


Dalam perjalan karir anda sebagai seorang desainer, Anda akan berhubungan dengan banyak klien yang potensial. Karena itulah Anda harus mempunyai banyak kecakapan untuk dapat menyesuaikan dengan setiap keadaan dan semua jenis klien secara tepat. Ada kalanya dan kadang kadang, Anda menemui klien yang ‘bertingkah’. Sangat jarang Anda bertemu dengan klien yang cukup dewasa untuk tidak bertanya dengan pertanyaan yang konyol bahkan tidak masuk akal. Jadi, untuk berjaga-jaga menghadapi apa yang mungkin akan terjadi, saya akan membuat sejumlah daftar apa saja yang sering ditanyakan oleh klien yang mungkin Anda sudah mengetahuinya dan bahkan sudah mengerjakannya tanpa anda ketahui.

1. Saya tidak tahu apa yang saya inginkan, tapi bukan desain yang ini
Mungkin Anda akan terkejut mendengar kata-kata itu, bagaimana tidak, sudah jelas sebagai desainer akan membuat serangkaian proses desain dengan presentasi yang memadai. Artinya, desainer dan klien sudah sama-sama tahu seperti apa nantinya yang akan dihasilkan. Seiring berjalannya waktu dan desain terselesaikan. Anda menyuguhkan hasil desain dengan pilihan yang disetujui, namun pada akhirnya klien berkata ‘loh kok seperti ini hasilnya ya?’ Padahal Anda sudah menyesuaikan dengan apa yang ditugaskan oleh klien tersebut.

Sebenarnya ini adalah kesalahan pada proses presentasinya. Anda kurang mengerti apa yang diinginkan klien atau kesalahan pada klien itu sendiri dengan menyerahkan segala sesuatunya pada desainer, namun kesalahan fatalnya adalah Anda terlalu percaya diri dengan apa yang dibutuhkan oleh klien. Pahamilah tugas anda sebagai desainer sekaligus tentukan apa yang boleh dan apa yang tidak bagi klien, pahamkan klien dengan situasi Anda. Jika ada yang kurang dimengerti tanyakan hal tersebut, dengan selalu berkomunikasi dengan klien maka Anda akan mendapatkan hasil yang terbaik.

2. Saya menginginkan Desain yang terbaik, tapi budgetnya hanya sekian yang bisa saya usahakan
Mungkin hal inilah yang paling sering Anda dengar nantinya dari klien Anda. Setiap orang selalu menginginkan hasil yang terbaik namum tidak pernah membayangkan untuk membayarnya seharga dengan nilai tersebut. Sementara keputusan untuk menurunkan harga desain ada pada Anda sebagai desainer, namun jika Anda percaya diri dengan kemampuan Anda sendiri, Jangan Berkompromi. Buatlah mereka mengerti bahwa semuanya datang dan berawal dari uang. Jelaskan tentang apa yang anda lakukan seperti waktu, tenaga, usaha, penelitian -untuk memastikan bahwa Anda memang layak dihargai sesuai dengan apa yang anda lakukan.

Desain yang baik membutuhkan waktu dan tenaga lebih, sehingga desainer sudah selayaknya mendapatkan haknya atas pekerjaan yang dilakukan. Desainer akan berharap bahwa semua klien dapat memahami hal ini.

Mereka menginginkan harga murah untuk menghemat biaya, lantas kita sendiri mengeluarkan banyak anggaran untuk membuat meskipun satu desain. Apalagi kalau yang pesan desain itu teman atau kerabat, tambah semakin sungkan saja. Tapi ingat, bisnis adalah bisnis. Asalkan anda tidak merasa rugi, bisa saja Anda menurunkan harga. Perlu anda lihat rumus harga desain untuk menentukan harga yang tepat untuk klien anda.

3. Saya menginginkan Anda mendesain hampir sama dengan yang ini
Berkali-kali klien datang dengan sebuah pandangan desain yang terpahat erat di pikiran mereka (mungkin dari kompetitor) dan meminta Anda untuk membuat desain yang sepadan dengan itu atau malah untuk dapat diperbandingkan. Permasalahan akan muncul ketika anda menyodorkan hasil desain yang anda buat dengan pola yang sama dan klien memulai untuk membandingkan hasil kerja Anda dengan contoh inspirasi desain yang diajukan oleh klien. Salah bila klien menilai atau menunjuk dari apa yang bukan dari hasil olah kemampuan desain Anda, melainkan kesalahannya adalah pada desainnya yaitu klien mengiinginkan Anda untuk meniru dari desain seseorang.

Pandulah klien Anda, ada etika dalam desain yang menyebutkan bahwa meniru bukanlah cara yang terbaik untuk mendapatkan sesuatu. Yakinkan klien Anda untuk menjadi unik dan berbeda dengan kompetitor. Mungkin nanti akan saya bahas lebih detail mengenai hai ini pada branding (doakan ada waktu ya…).

4. Apakah ini konsep Anda sendiri?
Bagaimanapun ini terdengar seperti serangan lisan bagi desainer grafis, tetapi siapkan diri Anda untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada dari klien Anda. Desainer grafis sudah seharusnya untuk tidak merasa terluka dengan kata-kata ini karena pertanyaan ini adalah hak klien untuk mengetahui bahwa hasil desain yang dihasilkan adalah hasil original buatan Anda bukan dari hasil copy paste atau plagiat. Ada satu pendekatan sederhana yang mungkin bisa Anda lakukan sebagai desainer untuk menghindari permasalahan yang akan timbul dari pertanyaan ini, buat serangkaian catatan tiap proses desain dan setiap langkah desain yang Anda lakukan sebagai pernyataan bahwa Anda terlibat dalam pembuatan desain permintaan klien.

Sebagai contoh ketika anda bekerja dengan photoshop, maka simpanlah file psd sebagai bukti bahwa Anda benar-benar terlibat dalam mengerjakan desain itu sendiri.

5. Loh kok…? Tidak seperti yang anda tunjukkan disana
Ini adalah keluhan yang umum dari klien ketika Anda menyodorkan hasil akhir dari desain yang mereka minta. Ketika klien membuka hasil desain Anda pada layar komputer mereka, mungkin akan terlihat benar-benar berbeda, sehingga mereka berargumen bahwa desainnya tidak sesuai dengan apa yang Anda tunjukkan pada mereka sebelumnya. Sebenarnya apa yang terjadi adalah setingan atau pengaturan monitor Anda dengan klien mungkin berbeda. Hal ini terjadi sejak adanya perbedaan pengaturan screen settings pada setiap layar LCD, hasilnya mungkin akan bermacam-macam. Karena hal itulah lebih baik untuk menunjukkan hasil desain Anda berupa hard copy dengan informasi printing yang besangkutan.

6. Saya berubah pikiran… Saya tidak membutuhkan desain lagi.
Ini adalah hal yang paling menakutkan (dan pernah saya alami sendiri) bagi seorang desainer grafis. Bayangkan anda sudah berkeringat, banting tulang berhari-hari, siang dan malam untuk membangun proyek desain yang sudah ditugaskan kepada Anda dan ditengah-tengah perjalanannya atau pada akhir pembuatan proyek desain, klien datang ke tempat Anda dan berkata ‘Saya sudah tidak membutuhkan desain Anda, terima kasih’. Apakah Anda berpikir ucapan ‘terima kasih’ mereka sudah cukup sebagai kompensasi atau ganti rugi material perancangan desain Anda yang tiada akhir itu? Memang klien menjadi cukup kreatif untuk merekayasa alasan agar mereka tidak membayar Anda.

Itulah sebabnya Anda perlu melindungi diri dengan adanya suatu kontrak, untuk berjaga-jaga jika klien Anda memutuskan perjanjian di tengah-tengah perancangan desain. Tegaskan terlebih dulu bahwa mereka akan ditagih sesuai dengan jumlah harga yang dijanjikan ketika Anda selesai mengerjakan sebuah proyek desain. Tanpa menghiraukan sejauh mana proyek desain terselesaikan, Anda harus mendapatkan ganti rugi sepantasnya atau sebesar apa yang Anda lakukan sebagai desainer grafis. Perjanjian adalah hal mutlak untuk dipenuhi, maka dari itu Anda perlu untuk mempertimbangkan perlunya suatu kontrak / deal.

7. Bagaimana jika saya membayar Anda lebih dan akhirnya saya tidak suka dengan hasil desain Anda?
Ini adalah pertanyaan paling tidak masuk akal dari sekian pertanyaan yang mungkin muncul dari klien Anda. Meskipun, calon klien anda tersebut sudah melakukan serangkaian analisa dan pengujian seksama terhadap portofolio Anda dan menyatakan bahwa mereka puas dengan kemampuan desain yang anda miliki namun masih saja ragu. Ingat, klien Anda lah yang memilih Anda untuk mengerjakan proyek desain mereka, memang itulah tugasnya sebagai seorang ‘klien’.

Buatlah potofolio atau semacamnya terlebih dulu, atau mungkin kerjakan saja apa yang diinginkan klien tersebut (sebagai contoh atau impresi bahwa Anda bisa mengerjakannya dengan baik). Untuk menghindari kekacauan ini, buatlah perencanaan pembayaran awal dengan klien Anda sehingga uang yang akan anda hasilkan tidak dirampas di tengah-tengah proses desain.

Dari kesekian daftar pernyataan klien ini ada bagian yang cukup perlu menjadi bahan pertimbangan yaitu untuk mengedukasi dan mengarahkan klien. Dan jika presentasi Anda menyuguhkan potensi kesempatan membesarkan profit bagi klien, biasanya klien akan menuruti apa yang Anda inginkan. Janganlah Anda berpikir bahwa klien adalah seorang yang bodoh tidak tahu apa-apa, mungkin merka hanya tidak tahu dengan apa yang Anda lakukan. Dan pastikan untuk memahamkan kepada klien tentang ‘peraturan’ Anda sebagai desainer.

Sumber: http://www.ahlidesain.com

Trik Efek kaca pecah dengan photoshop


1. Buatlah desain kaca pecah menggunakan Brush, download di Fan Page Belajar Photoshop.


kaca2 Trik Efek kaca pecah dengan photoshop

2. Siapkan photo, tarik/drag desain kaca pecah ke dalam layer photo


kaca Trik Efek kaca pecah dengan photoshop

3. Ubahlah Mode layer menjadi Screen.


kaca4 Trik Efek kaca pecah dengan photoshop



4. Tambahkan trik masking, bagi yang tidak tahu buka Apa itu Masking?Perhatikan gambar, yang anda tentukan adalah putih di atas dan hitam d ibawah.


kaca5 Trik Efek kaca pecah dengan photoshop



5. Pilih lah Magic Wand Tool, Seleksi lah pada bagian kaca yang pecah. dan tekan Delete untuk menghapus


kaca6 Trik Efek kaca pecah dengan photoshop

kaca7 Trik Efek kaca pecah dengan photoshop



6. Tambahkan beberapa efek, seperti Bevel and Emboss, dengan pengaturan Depth : 62 %, Soften : 4 px, pilih juga efek contour nya.


kaca12 Trik Efek kaca pecah dengan photoshopkaca8 Trik Efek kaca pecah dengan photoshop





7. Tambahkan Satin dengan pengaturan Opacity : 22 %, Distance : 11 px, Size : 18 px


Hasil Akhir, untuk menambah efek lebih bagus anda bisa menggunakan beberapa pilihan lainnya
sumber : kelasdesain.com

Cara mudah Memutihkan Gigi dengan Photoshop



    Buka aplikasi photoshop kalian ,

    Selanjutnya Masukkan foto yang akan kita perbaiki warna giginya, jika tidak mempunyai gambar yang akan di edit , silahkan gunakan gambar berikut ini :



Cara mudah Memutihkan Gigi dengan Photoshop
3. Seleksi area gigi dengan Quick Selection Tool  sobat dapat menyeleksi dengan tool lain , yang penting giginya terseleksi :D


Cara Memutihkan Gigi dengan Photoshop
Atur ukuran diameter agar sesuai dengan ukuran gigi.



dan berikut Hasilnya :


Cara Memutihkan Gigi dengan Photoshop

4.langkah selanjutnya , tinggal setting warnanya, klik Hue and Saturation (CTRL + U)


vhue and saturation

Atur Yellow

Cara Memutihkan Gigi dengan Photoshop yellow
Setting Master :


master
oke sudah selesai dan berikut Hasil akhirnya :


gigi putih cemerlang



Sumber : Trikmudahphotoshop
                 kelasdesain.com

Cara Menghilangkan Mata merah


    Buka Photoshop kalian , dan masukan Foto yang akan di hilangkan Red eye . jika kalian belum mempunyai fotonya , bisa gunakan foto berikut :



    Ok sekarang gandakan layernya dengan menekan CTRL + J dan akan muncul ” layer 1 ”


Menghilangkan Red Eye - Effect pada Foto

    Selanjutnya Klik Red Eye Tool pada Photoshop, lalu setting pupil size 15% dan darken amount 50% seperti gambar berikut ini



cara menghilangkan mata merah

    klik pada area mata yang terdampak Red Eye , dan josshhhhh…

Hasilnya :


red eye diperbaiki

mudah Bukan cara menghilangkan mata merah dengan Photoshop , sekarang silahkan foto-foto di tempat gelap tanpa takut dengan efek mata merah , kan udah ada Photoshop :D



Sumber : Trikmudahphotoshop
                kelasdesain.com

Pengertian dan Arti Warna

Warna merupakan unsur yang sangat penting dalam Desain Grafis. Warna memegang peranan penting dalam Desain Grafis oleh karena itu kita harus mengerti arti warna, jangan sampai kita salah warna misalnya membuat website untuk perbankan tapi menggunakan warna dominan hitam!! (bisa-bisa pelanggan ragu dan tidak dipercaya karena kurang pas, tema hitam cocok untuk website games, hacking tool, Website photo Gallery, Photo Slide). Jadi hindari kesalahan dalam pemilihan warna.

Dalam pelajaran di Sekolah Pengertian Warna dapat diartikan sebagai adalah sebuah spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya yang sempurna / putih. Dalam dunia disain, Warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Warna bisa dikelompokkan menjadi beberapa Kelompok Warna yaitu :

    Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.

    Warna kontras atau komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.

    Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.

    Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.

Warna Primer

Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah: Merah (seperti darah), Biru (seperti langit atau laut), Kuning (seperti kuning telur)

Ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa. Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder dengan warna primer menghasilkan warna tertier.
CMYK
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam.
Warna Sekunder

adalah warna yang dihasilkan dari campuran dua warna primer dalam sebuah ruang warna. Contohnya seperti di bawah ini. Dalam peralatan Grafis, terdapat tiga warna primer cahaya: (R = Red) merah, (G = Green) hijau, (B = Blue) biru atau yang lebih kita kenal dengan RGB yang bila digabungkan dalam komposisi tertentu akan menghasilkan berbagai macam warna. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. Di dalam komputer kita juga mengenal berbagai warna untuk kebutuhan desain Website maupun Grafis dengan kode bilangan Hexadecimal.

Berikut ini campuran warna RGB yang nantinya membentuk warna baru:
Merah + Hijau = Kuning
Merah + Biru = Magenta
Hijau + Biru = Cyan

Pada prinsipnya teori untuk pigmen seharusnya bisa diterapkan untuk warna cat juga. Tetapi cat yang mula-mula dipakai, pencampurannya dilakukan jauh sebelum adanya ilmu pengetahuan warna modern, dan karena pigmen yang tersedia pada masa itu juga terbatas. Khususnya warna pigmen cyan dan magenta alami sulit didapat, oleh karena itu dipakai warna biru dan merah. Dengan demikian sampai saat ini secara luas diajarkan bahwa merah, kuning dan biru adalah warna primer sedangkan jingga/orange, hijau dan ungu adalah warna sekunder. berikut ini perbedaan dan persamaan CMYK dan RGB

Mengingat pentingnya warna maka mari kita mengetahui arti – arti warna dalam Desain Grafis / Disain Logo :

KUNING = Matahari, Cahaya, Kejayaan dan Keluhuran Budi.
MERAH = Api, Semangat dan Keberanian, Bahaya, Keamanan, Waspada.
BIRU = Kejujuran, ketekunan, dan pandangan yang luas, kedamaian, ketenangan, kepercayaan kepada diri sendiri, keseimbangan, semangat batin.
HIJAU = Uang, Keberuntungan, Menarik Perhatian, Keindahan, Menyejukkan
PUTIH = Lambang Kesucian dan Kejujuran, Kesopanan
ORANYE = optimisme dan dinamika
HITAM = Berwibawa, Elegan, Maskulin



posting : Johan
sumber : kelasdesain.com

Jumat, 31 Oktober 2014

Unsur – Unsur Dalam Desain Grafis

Dalam desain grafis terdapat beberapa unsur penting yang memiliki kegunaan atau ciri khas tersendiri, baik untuk membuat gambar atau mengedit suatu gambar berikut merupakan penjelasan singkat dari setiap unsur yang ada dalam desain grafis.

Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

Bentuk (Shape)
Bentuk atau shape adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), segitiga (triangle), dan polygon.

Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, dan lain sebagainya.

Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai contoh, tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau paragraf. Tanpa ruang Anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Unsur ini digunakan untuk memperlihatkan mana objek manakah yang kita mau tonjolkan atau yang mau dipublis karenan dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Dalam perwarnaan hendaknya disesuaikan dengan desain yang akan kita buat. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substractive color) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.

Sumber
www.informasikita.com
www.wikipedia.com
www.scribd.com

Karya Desain






baik inilah hasil karya desain :

 1. Desain Jaket Sweater
 

itu saja yang baru dapat saya lampirkan, semoga dapat meinspirasi anda untuk mendesain :)

 ali susanto